Rabu, 05 Oktober 2011

aplinet

aplinet merupakan program yang sangat baik untuk membantu mahasiswa baru menganal Universitas Muhammadiyah dan menganal perkembangan teknologi yang sudah berkembang pesat, dan untuk menyetarakan pengetahuan maba yang berasal dari berbagai daerah di Indanesia.
pelatihat internet ini sangat bermanfaat bagi pribadi diri saya, kerana sebelumnya saya hanya sedikit nengerti tentang dunia internet. Secara pribadi saya mengucapkan terimakasih untuk program ini. khususnya untuk pelitih aplinet yang sudah dengan sabar melatih dan membimbing saya.

Asal Sekolah

saya lulusan SMAN 1 AROSBAYA tahun 2011.
Berikut profil SMAN 1 Arosbaya.
Nama Sekolah
:
SMA NEGERI 1 AROSBAYA
Nomor Identitas Sekolah (NIS)
:
300501
Nomor Statistik Sekolah (NSS)
:
301052905001
Alamat Sekolah
:
Jalan Raya Arosbaya N0. 1
Telepon. 031-3051452
Kecamatan
:
Arosbaya
Status Sekolah
:
Negeri
Kelurahan
:
Tengket
Kode Pos
:
69151
Nomor Rekening Sekolah
:
022084371
Nama Bank
:
Bank BRI Bangkalan
Pemegang Rekening
:
1. Kepala Sekolah
2. Bendaharawan Rutin
Tahun Berdirinya Sekolah
:
1991
Program yang tersedia
:
IPA / IPS
Luas tanah sekolah
:
10.000 m2
Luas bangunan sekolah
:
1.712 m2
Kepemilikan tanah 
:
Sendiri
Kepemilikan bangunan
:
Sendiri
Nomor sertifikat tanah
:
12.13.18.15.4.00015
Website
:
http/www.sma1arosbaya.sch.id
E-mail
:
sma1arosbaya@yahoo.com

Kota Asal

 saya berasal dari bangkalan madura. Bangkalan dulunya lebih dikenal dengan sebutan Madura barat. Penyebutan ini, mungkin lebih ditekankan pada alasan geografis. Soalnya, Kabupaten Bangkalan memang terletak di ujung barat Pulau Madura. Dan, sejak dulu, Pulau Madura memang sudah terbagi-bagi. Bahkan, tiap bagian memiliki sejarah dan legenda sendiri-sendiri.
Menurut legenda, sejarah Madura barat bermula dari munculnya seorang raja dari Gili Mandangin (sebuah pulau kecil di selat Madura) atau lebih tepatnya di daerah Sampang. Nama raja tersebut adalah Lembu Peteng, yang masih merupakan putra Majapahit hasil perkawinan dengan putri Islam asal Campa. Lembu Peteng juga seorang santri Sunan Ampel. Dan, Lembu Peteng-lah yang dikenal sebagai penguasa Islam pertama di Madura Barat.
Namun dalam perkembangan sejarahnya, ternyata diketahui bahwa sebelum Islam, Madura pernah diperintah oleh penguasa non muslim, yang merupakan yang berasal dari kerajaan Singasari dan Majapahit. Hal ini diperkuat dengan adanya pernyataan Tome Pires (1944 : 227) yang mengatakan, pada permulaan dasawarsa abad 16, raja Madura belum masuk Islam. Dan dia adalah seorang bangsawan mantu Gusti Pate dari Majapahit.